Panggung sastra layak berbangga karena seorang putrinya telah dipilih sebagai peraih Nobel Sastra 2007 pada pertengahan Oktober lalu. Dialah Dorris Lessing. Perempuan uzur kelahiran Kemanshah, Iran, ini cukup memukau. Pasalnya, Dorris Lessing tercatat sebagai peraih Nobel Sastra tertua, 88 tahun. Selama ini, penghargaan ini diterima oleh sastrawan berusia 50-60 tahun. Pada tahun 2005, Nobel Sastra jatuh ke tangan Harold Pinter dari Inggris. Sedangkan tahun 2006, anugerah tertinggi ini jatuh di tangan penulis Turki Orhan Pamuk.
Tanpa lama, potret Doris Lessing pun tersebar di berbagai media seantero dunia. Aroma uzur menguar dari parasnya. Keriput menghiasi setiap sudut mata dan lekuk pipinya. Garis-garis lipatan kulit tegas nampak di dahinya. Rambutnya nyaris semuanya memutih. Tapi, sorot bola mata yang tenggelam di antara lipatan kelopak matanya, tampak begitu tajam. Tanda betapa perempuan ini sudah banyak makan asam garam.
Doris lahir pada 22 Oktober 1919. Nama lengkapnya Doris May Taylor. Putri dari Alfred Cook Taylor, mantan kapten Inggris pada masa Perang Dunia I, dan Emily Maude Taylor, seorang perawat ini menjadi orang ke-106 yang mendapat anugerah ini.
Nama Lessing ia peroleh dari pernikahan kedua dengan Gottfried Lessing, seorang imigran Jerman-Yahudi yang ia kenal dalam Klub Buku Kiri. Doris beberapa kali terlibat dalam gerakan Kiri, entah di Partai Buruh Rhodesia Selatan maupun Partai Komunis Inggris. Hidupnya diwarnai dengan perjalanan ke berbagai negara. Ia memunyai rumah di negara-negara itu, dari Zimbabwe hingga London. Keluarga Doris pindah ke Rhodesia Selatan pada tahun 1925. Pengalaman itu diabadikan dalam bagian perdana otobiografinya Under My Skin yang diterbitkan pada tahun 1944. Karena tulisan-tulisannya yang mengkritik rezim apartheid di Afrika Selatan, ia dilarang masuk ke negeri itu dari tahun 1956 sampai 1995. Pada tahun 1949, Doris bercerai dengan suami kedua ini. Gottfried Lessing lalu menjadi duta Jerman Timur untuk Uganda. Ia mati terbunuh pada tahun 1979 dalam pemberontakan menjatuhkan kediktaktoran Idi Amin Dada.
Dorris Lessing bisa dibilang sosok mengagumkan. Justru setelah keluar dari sekolah pada usia 13 tahun, ia mulai menekuni dunia kepenulisan. Ia banyak mengeksplorasi relasi antara gender dan rasa dalam karya-karyanya. Debut kepenulisannya ia mulai dengan novel The Grass is Singing (1950). Novel ini berkisah tentang relasi istri petani kulit putih dengan budak kulit hitamnya. Konflik rasial menjadi konteks dari seluruh plot cerita. Berlanjut dengan antologi cerita dalam This was The Old Chief’s Country (1951), cerita pendek Five (1953), The Children of Violence Series (1952-1959).
Novel fenomenalnya berjudul The Golden Notebook (1962). Novel ini berkisah tentang Anna Wulf, karakter cerita yang memunyai buku catatan untuk menumpahkan ide-idenya tentang Afrika, politik, komunisme, relasi dengan pria, dan seks. Ia menggunakan pisau analisis psikolog Carl Gustav Jung untuk mengeksplorasi mimpi, seni, mitologi, agama, dan filsafat. Beberapa gerakan feminis menilai karya ini sebagai pionir dan rangkuman dari berbagai buku tantang cara pandang Abad ke-20 tentang relasi laki-laki dan perempuan.
Tema-tema perempuan bisa juga ditemukan dalam karyanya African Laughter: Four Visits to Zimbabwe (1992), Under My Skin (1994), The Summer Before the Dark (1973), The Fifth Child (1988), dan Walking in the Shade (1997). Novel terbarunya adalah The Cleft (2007).
Pada hari penganugerahan 10 Desember nanti, ia akan mendapatkan piagam dan medali bergambar Alfred Nobel berlapis emas 24 karat. Raja Swedia Carl XVI Gustaf akan memberi kado ulang tahun berupa uang 10 juta kron atau Rp 14 miliar.
“Pembaca bebas melakukan apa pun, bebas menilai, dan penulis hanya bisa mengikuti,” kata Doris dalam sepotong wawancara dengan Adam Smith, panitia penghargaan itu. Itulah wujud kerendahan hati seorang Doris.
Nobel Sastra
Asal tahu saja, nobel sastra punya sejarahnya sendiri. Pada tahun 1900, Yayasan Nobel dibentuk untuk mengelola kekayaan mendiang Alfred Nobel. Salah satu kegiatan utamanya adalah menyeleksi para jenius di berbagai bidang dan menganugerahi salah satu yang terunggul dengan Hadiah Nobel. Pada setiap 10 Desember di Stockholm, berkumpulah para sastrawan, kritikus sastra, dan pecinta sastra dari seluruh dunia untuk merayakan terpilihnya pemenang Nobel atau yang sering disebut dengan Nobel laurate. 10 Desember adalah hari dan bulan wafatnya Alfred Nobel.
Nah, dalam wasiatnya, Alfred Nobel menunjuk sejumlah lembaga untuk mengelola pemberian Nobel Sastra. Wewenang itu jatuh pada Akademia Swedia di Stockholm, Swedia. Akademia ini kemudian membentuk panitia Nobel yang terdiri dari tiga sampai lima orang. Pada awal tahun, panitia Nobel menyebar undangan para anggota badan pemberi nobel hadiah, para Nobel laureate sebelumnya, profesor perguruan tinggi, dan sebagainya. Undangan mencalonkan kandidat ini bersifat rahasia. Daftar nominasi kandidat terkumpul pada 1 Februari. Panitia meneliti para nominasi bersama pada konsultan. Pada seleksi akhir, setelah merundingkan pelbagai opini dan rekomendasi, panitia melakukan pemungutan suara.
Hadiah Nobel diberikan tentu tidak tanpa alasan. Selain menjadi sastrawan kawakan di negerinya, calon pemenang nobel juga berjasa besar bagi kehidupan sastra di negaranya, mengkampanyekan isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial. Hal itu jamak dilakukan dengan bayaran mahal, seperti pengasingan, penjara, siksaan, dan bahkan nyawanya sendiri. Sastrawan kita Pramoedya Ananta Toer pun pernah disebut-sebut sebagai calon peraih penghargaan prestisius itu.
Nah, pada Oktober, nama pemenang biasanya sudah diumumkan ke publik. Pada awal Desember, para Nobel laureate diberi undangan penganugerahan. Para pemenang akan menerima medali emas dan ijazah yang berisi nama pemenang dan bidang prestasinya. Selain itu, pemenang juga akan mendapat sejumlah uang diambil dari bunga bank kekayaan Alfred Nobel yang dimiliki Yayasan Nobel.
Nah, salah satu cara konkret menghargai karya-karya mereka adalah dengan membaca karya-karya mereka itu sendiri.
Januari 30, 2008 pada 8:19 am
Hai, ini adalah komentar,
Untuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.