Pernah lihat langsung bagaimana sebuah pesawat terbang dibuat dan dirakit? Hampir pasti jawabannya, tidak. Pasalnya, pabrik pembuatan dan perakitan pesawat adalah area tertutup (restricted). Tidak sembarang orang bisa masuk. Paling banter kita cuma bisa melihatnya melalui siaran televisi.
Nah, ide untuk memperkenalkan “si burung besi”—mulai dari proses perakitan di pabrik sampai terbang meninggalkan landasan—inilah yang menjadi bagian dari strategi periklanan terbaru Lion Air. Istimewanya, pesawat tersebut merupakan produk teranyar Boeing Company, Amerika Serikat (AS).
Asal tahu saja, belum lama ini, Lion Air menghentak panggung penerbangan nasional maupun dunia dengan menjadi konsumen pertama dari produk Boeing terbaru itu, yakni Boeing 737-900 ER. Tidak tanggung-tanggung, PT Lion Mentari Airlines—pemegang lisensi merek Lion Air—berencana membeli 122 unit pesawat tipe ini dengan total investasi sebesar Rp 80 triliun. Satu unit pesawat dihargai Rp 800 miliar. Roll out pesawat terjadi pada 8 Agustus 2006 dan peluncuran perdananya pada 1 September 2006.