Panggung sastra layak berbangga karena seorang putrinya telah dipilih sebagai peraih Nobel Sastra 2007 pada pertengahan Oktober lalu. Dialah Dorris Lessing. Perempuan uzur kelahiran Kemanshah, Iran, ini cukup memukau. Pasalnya, Dorris Lessing tercatat sebagai peraih Nobel Sastra tertua, 88 tahun. Selama ini, penghargaan ini diterima oleh sastrawan berusia 50-60 tahun. Pada tahun 2005, Nobel Sastra jatuh ke tangan Harold Pinter dari Inggris. Sedangkan tahun 2006, anugerah tertinggi ini jatuh di tangan penulis Turki Orhan Pamuk.
Tanpa lama, potret Doris Lessing pun tersebar di berbagai media seantero dunia. Aroma uzur menguar dari parasnya. Keriput menghiasi setiap sudut mata dan lekuk pipinya. Garis-garis lipatan kulit tegas nampak di dahinya. Rambutnya nyaris semuanya memutih. Tapi, sorot bola mata yang tenggelam di antara lipatan kelopak matanya, tampak begitu tajam. Tanda betapa perempuan ini sudah banyak makan asam garam.