<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kamar Baca</title>
	<atom:link href="http://kamarbaca.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamarbaca.wordpress.com</link>
	<description>Ruang berbagi kata, pengetahuan, inspirasi, refleksi, keprihatinan, dan harapan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jan 2008 10:00:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kamarbaca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kamar Baca</title>
		<link>http://kamarbaca.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kamarbaca.wordpress.com/osd.xml" title="Kamar Baca" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kamarbaca.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jagoan Kurir Dunia</title>
		<link>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/jagoan-kurir-dunia/</link>
		<comments>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/jagoan-kurir-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 09:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[FedEx]]></category>
		<category><![CDATA[Frederick W. Smith]]></category>
		<category><![CDATA[Kurir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbaca.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat film Cast Away yang dibintangi aktor beken Tom Hanks? Dalam film itu Tom Hanks berperan sebagai Chuck Noland, seorang insinyur yang bekerja di FedEx. Intinya, film ini mengisahkan petualangan dramatis sekaligus eksotis Noland yang terdampar di pulau terpencil, setelah selamat dari kecelakaan pesawar kargo milik perusahaan kurir tersebut. Nah, film produksi Dreamworks yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=4&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Masih ingat film <i>Cast Away</i> yang dibintangi aktor beken Tom Hanks? Dalam film itu Tom Hanks berperan sebagai Chuck Noland, seorang insinyur yang bekerja di FedEx. Intinya, film ini mengisahkan petualangan dramatis sekaligus eksotis Noland yang terdampar di pulau terpencil, setelah selamat dari kecelakaan pesawar kargo milik perusahaan kurir tersebut. Nah, film produksi Dreamworks yang bermitra 20th Century Fox itu boleh dibilang ”iklan gratis” berdurasi panjang bagi FedEx. Lebih-lebih setelah Tom Hanks dinobatkan sebagai aktor terbaik versi Golden Globe tahun <span style="color:black;">2001</span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Tapi, tidak disangkal bahwa FedEx merupakan perusahaan kurir internasional yang tersohor. Ini tidak lepas dari jasa sang pendiri, Frederick W Smith.<span>  </span>Sebagai seorang <i>entreprenuer</i>, Smith berani bertaruh dengan keyakinan bisnisnya. “Jika kami tidak bisa mengantarkan barang sampai ke tujuan, kami tidak perlu dibayar,” katanya. Komitmen ini selalu dikedepankan sebagai motto seluruh tim FedEx. Dengan kredo itu, Smith memulai membangun fondasi kerajaan bisnisnya yang menjadi perusahaan jasa kurir terbesar di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-4"></span><span style="font-family:Georgia;">Smith dilahirkan pada 11 Agustus 1944 di Marks, Mississipi, Amerika Serikat (AS). Ayahnya, Frederick C Smith, adalah seorang pendiri jaringan resto Toddle House. “Ayah saya mati saat saya berumur empat tahun. Tapi, saya masih punya ibu. Mulai saat itu, saya belajar mandiri. Justru inilah yang membentuk karakter saya,” katanya dalam wawancara dengan <i>Academy of Achievement</i>. </span></p>
<p class="inputtext" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Smith doyan melahap buku di masa kecilnya. Ia mengaku senang dengan pelajaran sejarah. Bahkan, sampai kini pun ia masih gandrung membaca buku <span> </span>bergenre <span> </span>sejarah. “Ada buku yang sangat menginspirasi saya. Judulnya <i>Death Be Not Proud</i>. Buku ini bercerita tentang seorang anak muda yang terkena kanker otak. Tapi, dia mampu bertahan hidup dengan menerima keterbatasan hidupnya,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Smith juga tergila-gila pada pesawat terbang. Bahkan, setelah tamat dari sekolah menengah di Memphis University School, ia sudah mengantongi lisensi sebagai pilot amatir. Tapi, ia tetap melanjutkan studi ekonomi di Yale University. Lewat karya tulisnya, benih-benih usaha jasa pengiriman ini sudah terbaca. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Pada tahun 1966, ia menyabet gelar sarjana ekonomi. Tapi, keputusan Smith sangat unik. Ia memilih bergabung dengan korps marinir AS.<span>  </span>Ia menjadi seorang pilot dan pemimpin peleton selama lima tahun. Tak akan pernah terhapus dari sejarah bahwa dirinya pernah diterjunkan di medan pertempuran Vietnam dan tercatat 200 kali terbang dalam misi itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">“Saya belajar banyak dari pengalaman di sana. Belajar menjadi pemimpin dan mengorganisasi orang. Ini yang memperkaya kepemimpinan saya di FedEx. Di Vietnam, saya berhutang budi pada Sersan Jack Jackson dan Bapa Vince Capodano,” katanya mengenang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Setelah puas dengan kegiatan militernya, Smith kembali ke lingkungan awalnya, dunia ekonomi bisnis. Dengan modal cukup, ia berhasil mengakuisisi sebuah perusahaan perawatan pesawat terbang, Ark Aviation Sales pada tahun 1970. Tidak lama kemudian, ia berbisnis pesawat bekas. Baru pada 18 Juni 1971, Smith mengeksekusi mimpinya membangun Federal Express (FedEx). Untuk menjalankan perusahaan jasa pengiriman logistik ini, ia mengalokasi dana warisan sebesar US$ 4 juta ditambah dengan modal patungan US$ 91 juta sebagai investasi. Dalam semalam, perusahaan jasa transportasi kargo udara ini sudah melayani 186 paket dengan 14 pesawat kecil ke 25 kota yang terbentang dari Rochester, New York, sampai Florida. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">FedEx pun berhasil mengirimkan tujuh paket kiriman dengan jaminan sampai ke tujuan dalam semalam. Karena jaminan ini selalu berhasil ditepati, jumlah pelanggan segera<span>  </span>membeludak dalam waktu singkat. Rupanya komitmen pada jaminan itu menumbuhkan kepercayaan pada konsumen. Kantor FedEx semakin ramai dengan lalu lintas pengiriman barang. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Di FedEx, Smith menjadi pemimpin sekaligus presiden <span>dan </span>CEO yang disegani. Pada tahun 2006, Smith dinobatkan sebagai <i>Person of the Year 2006</i> oleh Kamar Dagang AS-Perancis. Asal tahu saja, Smith merupakan teman satu kampus George Walter Bush dan sempat diisukan menjadi menteri pertahanan saat Bush terpilih menjadi orang nomor satu di AS. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Saat ini, FedEx harus lebih cermat dan hati-hati. Pasalnya, pemain-pemain baru mulai bermunculan dengan tawaran-tawaran yang tidak kalah menggiurkan. FedEx sekarang menguasai 44% pasar dan pemain-pemain baru itu pun belum ada yang mampu menggoyahkannya. FedEx mempunyai hampir 650 unit pesawat terbang dan 80.000 truk pengangkut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Georgia;">Tiga Kunci Sukses</span></b><br />
<span style="font-family:Georgia;">Ada tiga kunci sukses dalam kepemimpinan Smith, yakni: berpikir strategis, dikelilingi orang pintar, dan memiliki energi tinggi. Gaya kepemimpinannya menjadi bahan perbincangan di seminar-seminar motivasi kelas dunia. Bayangkan saja, ia memimpin sekitar 170.000 karyawan, mengirimkan barang 3 juta paket per hari dengan sekitar 650 pesawat dan puluhan ribu kendaraan lainnya. Tentu saja, pemimpin itu harus ulet, cerdas, dan mumpuni. Nah, semua syarat itu dimiliki oleh Smith. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">“Saya jarang merasa stres memimpin perusahaan sebesar ini. Saya menemukan kegembiraan di sana. Bisnis adalah sebuah permainan, permainan yang agung. Saya memperkerjakan banyak orang. Iklan kami selalu lucu dan menyindir. Itu menarik,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Frederick Smith membagi tiga rahasia sukses memimpin perusahaan sebesar FedEx. Menurut buku <i>Lesson from the Top</i> karangan Neff dan Citrin, Smith memahami bahwa pemimpin itu harus bersikap strategis, bermitra dengan orang-orang pintar, dan mempunyai energi hidup yang tinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Seorang pemimpin strategis dalam dunia bisnis, menurutnya, harus berani menghadapi berbagai perubahan, serta menyiapkan strategi agar agar perusahaan bisa mengambil keuntungan dari perubahan itu. Karenanya, seorang pemimpin harus punya pengetahuan kuat dan berani memilah-milah beragam informasi. Bukan cuma itu, ia harus mampu menerapkannya di lapangan. Lebih baik lagi, jika ia pernah mengenyam pengalaman di berbagai level pekerjaan di perusahaan. Dengan begitu, ia benar-benar mengenal seluk-beluk perusahaan. Tidak ketinggalan, Smith menegaskan juga bahwa seorang pemimpin harus punyai visi yang jelas. Sebab, strategi yang disusun harus selalu mengarah pada visi yang ditentukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Seorang pemimpin bukanlah seorang <i>single fighter</i>. Ia membutuhkan kemitraan dengan banyak orang. Bagi Smith, kesuksesan terjadi bila seorang pemimpin mampu bermitra dengan orang-orang cerdas dan bijak. Dengan bekerja sama dengan orang-orang yang punya banyak kelebihan ini, ia lebih mudah menjalankan bisnis sesuai dengan visinya. Bila timnya terdiri dari orang-orang macam itu, dirinya bisa lebih fokus pada masa depan perusahaan dengan mengantisipasi perubahan sekaligus mengkalkukasi risiko yang bakal terjadi.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Seorang pemimpin harus memiliki energi hidup yang tinggi. Ia bersikap optimis pada masa depan bisnisnya. Asal tahu saja, Smith menegaskan energi itu menular. Seorang pemimpin yang optimis akan menularkan sikap optimis itu pada seluruh timnya. Sebaliknya, seorang pemimpin yang pesimis dan tidak punya visi ke depan akan menularkan energi negatif pada timnya dan lebih berakibat buruk pada kinerja perusahaan. “Dalam soal ini, saya berutang pada guru futbol saya. Ketekunan itu merupakan kunci untuk meraih apa yang diinginkan,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Smith memberi contoh konkrit. Ketika para pilot FedEx akan mengancam akan melakukan aksi mogok, ia bergerak cekatan dengan komunikasi dialogis, komit pada disiplin, dan mendapatkan dukungan karyawan lain. Akibatnya, pemogokan urung dilakukan dan kerja perusahaan berjalan normal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Tiga kunci kepemimpinan itulah yang membuat Smith mampu memimpin dan membesarkan FedEx seperti sekarang ini.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbaca.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbaca.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbaca.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbaca.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=4&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/jagoan-kurir-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b07e10423297c27ce88d45f7219587c4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan Terbaru Lion Air</title>
		<link>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/iklan-terbaru-lion-air/</link>
		<comments>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/iklan-terbaru-lion-air/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 09:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/iklan-terbaru-lion-air/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah lihat langsung bagaimana sebuah pesawat terbang dibuat dan dirakit? Hampir pasti jawabannya, tidak. Pasalnya, pabrik pembuatan dan perakitan pesawat adalah area tertutup (restricted). Tidak sembarang orang bisa masuk. Paling banter kita cuma bisa melihatnya melalui siaran televisi. Nah, ide untuk memperkenalkan “si burung besi”—mulai dari proses perakitan di pabrik sampai terbang meninggalkan landasan—inilah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=3&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Pernah lihat langsung bagaimana sebuah pesawat terbang dibuat dan dirakit? Hampir pasti jawabannya, tidak. Pasalnya, pabrik pembuatan dan perakitan pesawat adalah area tertutup <span> </span>(<i>restricted</i>). Tidak sembarang orang bisa masuk. Paling banter kita cuma bisa melihatnya melalui siaran televisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Nah, ide untuk memperkenalkan “si burung besi”—mulai <span> </span>dari <span> </span>proses perakitan di pabrik sampai terbang meninggalkan landasan—inilah yang menjadi bagian dari strategi periklanan terbaru Lion Air. Istimewanya, pesawat tersebut merupakan produk teranyar Boeing Company, Amerika Serikat (AS). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Asal tahu saja, belum lama ini, Lion Air menghentak panggung penerbangan nasional maupun dunia dengan menjadi konsumen pertama dari produk Boeing terbaru itu, yakni Boeing 737-900 ER. Tidak tanggung-tanggung, PT Lion Mentari Airlines—pemegang lisensi merek Lion Air—berencana membeli 122 unit pesawat tipe ini dengan total investasi sebesar Rp 80 triliun.<span>  </span>Satu unit pesawat dihargai Rp 800 miliar. <i>Roll out</i> pesawat terjadi pada 8 Agustus 2006 dan peluncuran perdananya pada 1 September 2006. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-3"></span><span style="font-family:Georgia;">“Dengan iklan ini, kami berupaya menunjukkan keseriusan Lion Air dalam menggarap jasa transportasi di Tanah Air. Kami adalah penerbangan pertama di dunia, bukan cuma di Indonesia, yang menggunakan pesawat Boeing 737-900 ER,” tegas Hasyim Arshal Alhabsi, Corporate Communication &amp; Public Relations Lion Air. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Iklan berdurasi 60 detik ini menampilkan potongan-potongan proses pemasangan badan pesawat di Renton, Seattle, AS. Di sana, dicuplik proses pemasangan sayap, <i>vertical and horizontal stabilizer, winglet</i>, roda pendarat, dan mesin pendorong. Digambarkan pula bagaimana kru pabrik memasang tulisan sekaligus logo Lion Air di tubuh pesawat, <span> </span>dan berlanjut dengan proses tinggal landas pesawat berlogo singa bersayap itu dari landasan pacu. Iklan itu ditutup dengan <i>tagline</i> Lion Air yang berbunyi “we make people fly”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Harus diakui, model iklan macam ini jarang dilakukan oleh departemen periklanan maskapai penerbangan lainnya. Lion Air, sebagai <i>launch customer</i>, di sini mendapat prioritas utama dari Boeing. “Kami langsung berhubungan dengan pabriknya dan tidak memakai pihak perantara. <i>Impact</i> yang kami harapkan, adanya perubahan pandangan masyarakat karena mereka bisa melihat bagaimana produk yang kami tawarkan ini dibuat,” imbuh Hasyim. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Pilihan iklan yang menayangkan proses perakitan di pabrik memang cukup unik. Apalagi, Boeing sendiri sangat ketat melakukan rekaman karena di sana juga ada perakitan pesawat milik militer AS. Hasyim mengatakan, Lion Air ingin sekali memberikan <i>excitement</i> kepada pemirsa. “Iklan yang disiarkan di semua televisi itu versi pendek. Kami tetap mempunyai versi panjangnya. Iklan ini juga ingin mengajak orang melihat Indonesia yang layak dibanggakan,” ujarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Seluruh ide dan tim kreatif berasal dari pihak Boeing Company. Boeing sudah terbiasa melakukan rekaman pada produk-produk barunya. Penggalan rekaman sebagai materi iklan ini sengaja dibuat tim kreatif Boeing untuk Lion Air sebagai <i>launch customer</i>. Tawaran ini pun diterima oleh pihak Lion Air, meski diperlukan sedikit kombinasi dengan kebutuhan internal. Menurut Hasyim, sebenarnya masih ada beberapa materi iklan yang belum sempat dirilis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Iklan Lion Air versi Boeing 737-900 ER ini mendapatkan momentum yang tepat, di saat kompetisi moda transportasi udara ini semakin hiruk pikuk. Selain itu, iklan ini juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan pelanggan akan pesawat yang aman. Maklum, belakangan ini beberapa kecelakaan pesawat terjadi di negeri ini. “Secara otomatis, dengan adanya pesawat baru ini, kami mengusung <i>safet</i>y dalam penerbangan. Tapi, bukan berarti pesawat lama menjadi tidak aman. Di Amerika saja, 50% penerbangan masih menggunakan pesawat lama,” cetusnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Ada beberapa keunggulan dari tipe 737-900 ER. Pesawat ini, papar Hasyim, <span> </span>memiliki kapasitas 213 penumpang atau 26 kursi lebih banyak daripada pesawat<span>  </span>generasi sebelumnya. Pesawat <i>Extended Range</i> (ER) ini juga punya daya jelajah 8 jam nonstop dengan kecepatan 850/jam. Akronim ER sendiri bisa diartikan sebagai <i>Efficiency Redefined</i>, artinya pesawat paling ekonomis di kelasnya. Selain itu, tipe ini dinilai irit dan bisa mendukung harga tiket murah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Hasyim menjelaskan, pesawat terbang sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini diterjemahkan dalam <i>tagline</i> Lion Air yang berkomitmen membuat semua orang bisa terbang, “<span>we make people fly”</span>. “Pesawat bukan milik golongan sosial tertentu. Ini seperti angkutan umum. Semua orang bisa terbang.” Dengan begitu <i>positioning</i> Lion Air sangat jelas, maskapai untuk semua segmen. “Kami komit dengan ini semua. <i>As long as you are people, we make you fly</i>,” tambahnya sembari tertawa renyah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Menurut Hasyim, iklan versi terbaru ini tidak terlepas dari strategi periklanan mereka selama ini. Dalam periode 2000-2002, Lion Air bermain iklan di wilayah <i>outdoor</i>. Mereka menjadi pionir dalam memasang nama maskapai dengan ukuran besar di badan pesawat. Tahun 2003, strategi <i>gimmick</i> pun diterapkan. Misalnya, promosi terbang dengan Lion Air, pulang membawa BMW. Program ini masih berlangsung sampai tahun 2004. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Ia mengaku dampak iklan terbaru mereka cukup bagus. Bisa mendongkrak <i>awareness</i> konsumen pada merek Lion Air. “Karakter <i>customer</i> kami cukup sensitif dan memperhatikan <i>safety</i>. Volume penumpang dari tahun ke tahun cukup <i>steady</i>. Kenaikan jumlah penumpang seturut produksi dan perkembangan pesawat itu sendiri.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Lion Air termasuk beruntung karena menjadi maskapai penerbangan swasta pertama di Tanah Air. Kirana bersaudara membangun maskapai ini pada 1999 setelah mengikuti deregulasi di bidang transportasi. Sekarang, mereka mengadakan 210 penerbangan setiap hari. Artinya, setiap tiga menit, ada satu pesawat mereka yang tinggal landas. Menurut data Departemen Perhubungan (2006), Lion Air menjadi maskapai terbesar dari sisi volume penumpang. Volume penumpang tahun 2006 mencapai 34 juta orang. Tahun berikutnya tumbuh sekitar 20%. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Hal ini belum ditambah dengan rencana kedatangan pesawat baru. Menurut Hasyim, pada tahun 2008, Lion Air akan menambah 12 unit pesawat tipe terbaru. Dengan demikian, target tahun ini, total pesawat Lion Air ada 52 unit. “Setiap pesawat baru tiba, kami selalu mengadakan <i>press release</i>. Ini bagian dari pembangunan <i>knowledge</i> bersama. Rencananya, baru tahun 2009, kami akan promosi besar-besaran,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Tahun ini, mereka akan menggelar beberapa pemantapan layanan. Pesawat tipe Boeing 737-900 ER juga dijadikan andalan untuk bersaing di bisnis penerbangan yang kian sengit. Pesawat baru ini akan memperkuat armada Lion di jalur domestik sekaligus internasional. Untuk rute internasional, mereka sudah memantapkan rute ke sejumlah negara regional seperti India, Australia, China, dan Hong Kong. “Kami akan terus melakukan promosi Lion Air secara berkesinambungan. Kami pun optimis jumlah penumpang akan terus bertambah,” ucap Hasyim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Seolah belum puas, Lion Air juga tidak berhenti pada 122 unit pesawat Boeing 737-900 ER saja. Mereka berencana menggenapinya menjadi 200 unit—nota kesepahaman dengan Boeing akan ditandatangani pada Singapura Air Show, 19 Februari 2008. Maskapai ini tampak percaya diri lantaran liberalisasi penerbangan dunia (<i>open sky</i>) sudah mengarah pada kompetisi ketat dan perlu sinergi antar-maskapai. Apalagi, naiknya harga minyak bakal menimbulkan problem baru sehingga pesawat yang lebih efisien dan murah menjadi kebutuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbaca.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbaca.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbaca.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=3&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/iklan-terbaru-lion-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b07e10423297c27ce88d45f7219587c4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oma Si Peraih Nobel Sastra</title>
		<link>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/halo-dunia/</link>
		<comments>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 08:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Panggung sastra layak berbangga karena seorang putrinya  telah dipilih sebagai peraih Nobel Sastra 2007  pada pertengahan Oktober lalu. Dialah Dorris Lessing. Perempuan uzur kelahiran Kemanshah, Iran, ini cukup memukau. Pasalnya, Dorris Lessing tercatat sebagai  peraih Nobel Sastra tertua, 88 tahun. Selama ini, penghargaan ini diterima oleh sastrawan berusia 50-60 tahun. Pada tahun 2005, Nobel Sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=1&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Panggung sastra layak berbangga karena seorang putrinya<span>  </span>telah dipilih sebagai peraih Nobel Sastra 2007<span>  </span>pada pertengahan Oktober lalu. Dialah Dorris Lessing. Perempuan uzur kelahiran Kemanshah, Iran, ini cukup memukau. Pasalnya, Dorris Lessing tercatat sebagai <span> </span>peraih Nobel Sastra tertua, 88 tahun. Selama ini, penghargaan ini diterima oleh sastrawan berusia 50-60 tahun. Pada tahun 2005, Nobel Sastra jatuh ke tangan Harold Pinter dari Inggris. Sedangkan tahun 2006, anugerah tertinggi ini jatuh di tangan penulis Turki Orhan Pamuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Tanpa lama, potret Doris Lessing pun tersebar di berbagai media seantero dunia. Aroma uzur menguar dari parasnya. Keriput menghiasi setiap sudut mata dan lekuk pipinya. Garis-garis lipatan kulit tegas nampak di dahinya. Rambutnya nyaris <span> </span>semuanya memutih. Tapi, sorot bola mata yang tenggelam di antara lipatan kelopak matanya, tampak begitu tajam. Tanda betapa perempuan ini sudah banyak makan asam garam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-1"></span><span style="font-family:Georgia;">Doris lahir pada 22 Oktober 1919. Nama lengkapnya Doris May Taylor. Putri dari Alfred Cook Taylor, mantan kapten Inggris pada masa Perang Dunia I, dan Emily Maude Taylor, seorang perawat ini menjadi orang ke-106 yang mendapat anugerah ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Nama Lessing ia peroleh dari pernikahan kedua dengan Gottfried Lessing, seorang imigran Jerman-Yahudi yang ia kenal dalam Klub Buku Kiri. Doris beberapa kali terlibat dalam gerakan Kiri, entah di Partai Buruh Rhodesia Selatan maupun Partai Komunis Inggris. Hidupnya diwarnai dengan perjalanan ke berbagai negara. Ia memunyai rumah di negara-negara itu, dari<span>  </span>Zimbabwe hingga London. Keluarga Doris pindah ke Rhodesia Selatan pada tahun 1925. Pengalaman itu diabadikan dalam bagian perdana otobiografinya <i>Under My Skin</i> yang diterbitkan pada tahun 1944.<span>  </span>Karena tulisan-tulisannya yang mengkritik rezim apartheid di Afrika Selatan, ia dilarang masuk ke negeri itu dari tahun 1956 sampai 1995.<span>  </span>Pada tahun 1949, Doris bercerai dengan suami kedua ini. Gottfried Lessing lalu menjadi duta Jerman Timur untuk Uganda. Ia mati terbunuh pada tahun 1979 dalam pemberontakan menjatuhkan kediktaktoran Idi Amin Dada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Dorris Lessing bisa dibilang sosok mengagumkan. Justru setelah keluar dari sekolah pada usia 13 tahun, ia mulai menekuni dunia kepenulisan. Ia banyak mengeksplorasi relasi antara gender dan rasa dalam karya-karyanya.<span>  </span>Debut kepenulisannya ia mulai dengan novel <i>The Grass is Singing</i> (1950). Novel ini berkisah tentang relasi istri petani kulit putih dengan budak kulit hitamnya. Konflik rasial menjadi konteks dari seluruh plot cerita. Berlanjut dengan antologi cerita dalam <i>This was The Old Chief’s Country</i> (1951), cerita pendek <i>Five</i> (1953), <i>The Children of Violence Series</i> (1952-1959). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Novel fenomenalnya berjudul <span> </span><i>The Golden Notebook</i> (1962). Novel ini berkisah tentang Anna Wulf, karakter cerita yang memunyai buku catatan untuk menumpahkan ide-idenya tentang Afrika, politik, komunisme, relasi dengan pria, dan seks. Ia menggunakan pisau analisis psikolog Carl Gustav Jung untuk mengeksplorasi mimpi, seni, mitologi, agama, dan filsafat. Beberapa gerakan feminis menilai karya ini sebagai pionir dan rangkuman dari berbagai buku tantang cara pandang Abad ke-20 tentang relasi laki-laki dan perempuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Tema-tema perempuan bisa juga ditemukan dalam karyanya <i>African Laughter: Four Visits to Zimbabwe</i> (1992), <i>Under My Skin</i> (1994), <i>The Summer Before the Dark</i> (1973), <i>The Fifth Child</i> (1988), dan <i>Walking in the Shade</i> (1997).<span>  </span>Novel terbarunya adalah <i>The Cleft</i> (2007). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Pada hari penganugerahan 10 Desember nanti, ia akan mendapatkan piagam dan medali bergambar Alfred Nobel berlapis emas 24 karat. Raja Swedia Carl XVI Gustaf akan memberi kado ulang tahun berupa uang 10 juta kron atau Rp 14 miliar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">“Pembaca bebas melakukan apa pun, bebas menilai, dan penulis hanya bisa mengikuti,” kata Doris dalam sepotong wawancara dengan Adam Smith, panitia penghargaan itu. Itulah wujud kerendahan hati seorang Doris. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;"></span><b><span style="font-family:Georgia;">Nobel Sastra </span></b><br />
<span style="font-family:Georgia;">Asal tahu saja, nobel sastra punya sejarahnya sendiri. Pada tahun 1900, Yayasan Nobel dibentuk untuk mengelola kekayaan mendiang Alfred Nobel. Salah satu kegiatan utamanya adalah menyeleksi para jenius di berbagai bidang dan menganugerahi salah satu yang terunggul dengan Hadiah Nobel. Pada setiap 10 Desember di Stockholm, berkumpulah para sastrawan, kritikus sastra, dan pecinta sastra dari seluruh dunia untuk merayakan terpilihnya pemenang Nobel atau yang sering disebut dengan Nobel laurate. 10 Desember adalah hari dan bulan wafatnya Alfred Nobel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Nah, dalam wasiatnya, Alfred Nobel menunjuk sejumlah lembaga untuk mengelola pemberian Nobel Sastra.<span>  </span>Wewenang itu jatuh pada Akademia Swedia di Stockholm, Swedia. Akademia ini kemudian membentuk panitia Nobel yang terdiri dari tiga sampai lima orang. Pada awal tahun, panitia Nobel menyebar undangan para anggota badan pemberi nobel hadiah, para <i>Nobel laureate</i> sebelumnya, profesor perguruan tinggi, dan sebagainya. Undangan mencalonkan kandidat ini bersifat rahasia.<span>  </span>Daftar nominasi kandidat terkumpul pada 1 Februari. Panitia meneliti para nominasi bersama pada konsultan. Pada seleksi akhir, setelah merundingkan pelbagai opini dan rekomendasi, panitia melakukan pemungutan suara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Hadiah Nobel diberikan tentu tidak tanpa alasan. Selain menjadi sastrawan kawakan di negerinya, calon pemenang nobel juga berjasa besar bagi kehidupan sastra di negaranya, mengkampanyekan isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial. Hal itu jamak dilakukan dengan bayaran mahal, seperti pengasingan, penjara, siksaan, dan bahkan nyawanya sendiri. <span> </span>Sastrawan kita Pramoedya Ananta Toer pun pernah disebut-sebut sebagai calon peraih penghargaan prestisius itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Nah, pada Oktober, nama pemenang biasanya sudah diumumkan ke publik. <span> </span>Pada awal Desember, para Nobel laureate diberi undangan penganugerahan. Para pemenang akan menerima medali emas dan ijazah yang<span>  </span>berisi nama pemenang dan bidang prestasinya. Selain itu, pemenang juga akan mendapat sejumlah uang diambil dari bunga bank kekayaan Alfred Nobel yang dimiliki Yayasan Nobel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Georgia;">Nah, salah satu cara konkret menghargai karya-karya mereka adalah dengan membaca karya-karya mereka itu sendiri. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbaca.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbaca.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbaca.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbaca.wordpress.com&amp;blog=2667820&amp;post=1&amp;subd=kamarbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbaca.wordpress.com/2008/01/30/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b07e10423297c27ce88d45f7219587c4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
